DPD LDII Kabupaten Semarang berhasil menyelenggarakan Festival Anak Sholih (FAS) 2024 di Masjid Baitul Makmur, Ungaran Barat, Jawa Tengah.
Dengan tema “Melalui Kegiatan Festival Anak Sholih, Kita Wujudkan 29 Karakter Luhur”, acara ini bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur untuk memperkuat karakter bangsa sejak usia dini.
Ketua DPD LDII Kabupaten Semarang, Kismanto, menegaskan bahwa FAS merupakan langkah strategis untuk membangun generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, dan mandiri. “FAS menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat karakter mereka. Dengan menanamkan 29 karakter luhur, kami ingin memastikan generasi muda LDII siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang mendukung keberhasilan acara ini. “Keberhasilan FAS adalah bukti pentingnya kerja sama. Kami berharap FAS dapat terus digelar untuk mendukung Tri Sukses generasi penerus LDII: berakhlakul karimah, berilmu, dan mandiri, yang dilandasi enam thobiat luhur,” tambahnya.
Ketua panitia FAS, Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. “Melalui kegiatan ini, ukhuwah antar-anak caberawit semakin kuat. Ini adalah langkah menuju masyarakat yang profesional religius, sesuai dengan visi LDII,” ujarnya.
FAS 2024 diikuti oleh anak-anak dari Tempat Pendidikan Al-Quran (TPQ) di bawah naungan LDII Kabupaten Semarang. Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba, seperti:
- Cerdas Cermat,
- Adzan,
- Hafalan Juz 30,
- Pemilihan Dai Cilik (Pildacil),
- Menulis Pegon,
- Tafsir Quran,
- Hafalan Doa,
- Qurani dan Tilawati, serta
- Cerita Islami.
Acara ini juga dimeriahkan oleh bazar, photobooth, dan stan dari berbagai mitra, termasuk BMT RA, Rumah Sakit Banyumanik, dan Klinik Gigi Keluargaku.
Pengurus TPQ Al-Ikhlas, Sriyono, mengapresiasi FAS 2024 sebagai langkah konkret dalam membentuk generasi muda berkarakter kuat. “Festival ini luar biasa, karena melatih kemampuan anak-anak sekaligus menginspirasi mereka untuk menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Menurut Sriyono, Festival Anak Sholih 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk membangun generasi muda yang memegang teguh nilai-nilai keislaman di era modern. Acara ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang.









