Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Dr. H. Amrullah, mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Banten untuk terus memperkuat sinergitas, menjaga harmoni kerukunan umat beragama, dan merawat kebhinekaan.
Ajakan ini disampaikan saat audiensi pengurus LDII Provinsi Banten yang dipimpin Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito, di ruang kerja Kanwil Kemenag Banten, Kamis (10/7).
Turut hadir dalam rombongan LDII, Sekretaris Kabid Bagaskara, Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) Ahmad Basyarie, anggota Wanhat Muhamad Ihsan Suparjo dan Hermantio, Biro Pendidikan dan Dakwah Choirul Hadi, serta Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan Fajar Sidik Karimullah.
Dr. H. Amrullah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan LDII Provinsi Banten.
Ia menilai, pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam membangun sinergi dakwah bersama Kemenag, yang memang memiliki tugas mengayomi seluruh ormas Islam tanpa terkecuali.
“LDII Provinsi Banten merupakan salah satu mitra strategis Kemenag dalam membangun umat melalui jalan dakwah. Kerja sama ini sangat penting untuk mewujudkan kehidupan keagamaan yang harmonis dan menjaga kebhinekaan,” ujar Amrullah.
Ia menambahkan, Kemenag tengah gencar menggaungkan gerakan moderasi beragama.
Moderasi ini bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan yang seimbang, mengedepankan kasih sayang (rahmah), perdamaian (salam), dan toleransi, tanpa mengorbankan prinsip dasar agama.
“Moderasi pendidikan adalah perekat keberagaman. Sikap ini menuntun kita untuk lebih mengutamakan ukhuwah daripada mengungkit perbedaan,” tegasnya.
Amrullah mengajak LDII untuk aktif menyosialisasikan moderasi beragama kepada masyarakat, sehingga keberagaman dapat dirawat sebagai keniscayaan yang mempererat persatuan, bukan memecah belah.
“Walau berbeda-beda, mari kita jaga harmoni kerukunan dan rawat kebhinekaan,” katanya.
Lebih lanjut, Amrullah berharap LDII Banten dapat menjadi contoh organisasi masyarakat yang menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Hal ini selaras dengan salah satu pengabdian utama LDII, yaitu Wawasan Kebangsaan, yang mengutamakan empat pilar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Ada empat indikator moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan adaptif terhadap budaya lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LDII Provinsi Banten, Dimo Tono Sumito, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Kanwil Kemenag.
Ia menegaskan tujuan audiensi ini adalah mempererat silaturahim sekaligus memperkuat sinergitas dengan Kemenag Banten untuk menciptakan kondusivitas kehidupan beragama di Banten.
“Kami ingin meningkatkan sinergi dengan Kemenag Banten agar tercipta suasana kehidupan beragama yang harmonis dan damai,” jelas Dimo.
Dimo juga memperkenalkan struktur kepengurusan LDII Banten dan menyampaikan komitmen LDII dalam memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, generasi milenial yang sangat terbuka terhadap arus informasi perlu terus dipupuk agar memiliki rasa cinta tanah air dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Sebagai organisasi sosial independen, LDII berfokus pada studi dan penelitian Al-Qur’an dan Hadis.
LDII memiliki tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta berperan dalam pembangunan manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Dimo juga menegaskan bahwa LDII di Banten terus berkomitmen mendukung NKRI melalui program pengabdian utama, salah satunya penanaman Wawasan Kebangsaan, selain tujuh bidang pengabdian lainnya seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi digital, pangan, energi terbarukan, dan bidang keagamaan.
Kanwil Kemenag Ajak LDII Banten Perkuat Sinergitas, Jaga Kerukunan, dan Rawat Kebhinekaan




Melalui pertemuan ini, Kemenag Banten dan LDII diharapkan dapat bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta mewujudkan masyarakat yang damai dan berkeadilan, sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.***








