PANGALENGAN, BANDUNG — DPD LDII Kabupaten Bandung memperkuat hubungan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung melalui kegiatan silaturahim di wilayah Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam suasana nonformal tersebut menjadi ruang untuk membangun keakraban, memelihara kerukunan, sekaligus mempererat tali silaturahim dan ukhuwah Islamiyah antara kedua organisasi.
Suasana pertemuan berlangsung santai di ruang terbuka yang dikelilingi kebun sayur. Udara sejuk kawasan tersebut turut menciptakan suasana nyaman, sementara kegiatan memancing bersama menjadi bagian dari rangkaian silaturahim.
Memancing diposisikan sebagai nilai tambah untuk menciptakan suasana yang lebih cair sehingga komunikasi antarpengurus dapat berlangsung secara lebih akrab.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, mengatakan kegiatan sengaja dikemas secara nonformal agar hubungan antarpengurus dapat semakin dekat tanpa menghilangkan esensi silaturahim.
“Acara ini sengaja dalam suasana nonformal, tetapi tidak menghilangkan esensinya, yaitu menjalin keakraban dan memelihara kerukunan,” ujar Didin.
Ia menambahkan, kegiatan memancing hanya menjadi bagian pendukung dalam pertemuan tersebut.
“Adapun memancingnya itu sendiri sebagai nilai tambah saja,” katanya.
Dalam kegiatan itu, enam pengurus MUI Kabupaten Bandung hadir, di antaranya H. Sobari, H. Basirun, dan H. Aam, bersama tiga pengurus lainnya.

Dari DPD LDII Kabupaten Bandung, hadir H. Didin Suyadi, M. Setyanto, Usman Ali, dan Ade Rukmanto, bersama sejumlah pengurus dan rekan lainnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai di kawasan PLTA Cikalong. Interaksi informal tersebut memberikan ruang bagi para pengurus untuk berbincang lebih leluasa sekaligus menjaga komunikasi yang telah terjalin.
Bagi DPD LDII Kabupaten Bandung, silaturahim dengan MUI menjadi bagian dari upaya memelihara hubungan baik antarorganisasi Islam.
Komunikasi yang terjaga diharapkan turut mendukung terciptanya kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.
Melalui pertemuan semacam ini, hubungan antarorganisasi tidak hanya dibangun melalui forum-forum resmi, tetapi juga melalui interaksi yang lebih cair dan kekeluargaan.


Dengan demikian, semangat ukhuwah Islamiyah dapat terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.***








