Kabupaten Bandung — Upaya peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an di lingkungan dai dan daiyah terus diperkuat. Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bandung memulai Pelatihan Tilawatil Quran bagi Qori dan Qoriah, Jumat (13/2/2026), di Gedung Sekretariat DPD LDII Laswi, Baleendah.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga sore hari itu menjadi titik awal dari program pelatihan tilawatil Quran yang dirancang berkelanjutan dan akan dilaksanakan secara rutin satu kali setiap pekan. Pelatihan perdana ini menghadirkan pemateri dari Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Bandung, yakni Azis Kawakibi, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam.
Acara diawali salam pembuka oleh Ustaz Yusuf, Ketua Bidang Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Kabupaten Bandung, sebagai tanda dimulainya pelatihan.

Dalam sambutannya, Ustaz Yusuf menyampaikan rasa syukur dapat bermuhajahah dan berkumpul bersama untuk belajar melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari ibadah.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Abdul Faqih, yang menambah kekhidmatan suasana kegiatan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, dalam sambutannya memberikan semangat kepada para peserta serta mengapresiasi kehadiran pemateri. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja LDII tahun 2026, khususnya di bidang agama dan dakwah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program LDII 2026. Kerja sama dengan Kementerian Agama sangat strategis, karena Kemenag adalah lembaga keagamaan pemerintah yang mengayomi semua agama, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam seperti LDII,” ujar Didin.
Dalam pelatihan perdana tersebut, peserta mulai dikenalkan dengan tujuh irama dasar tilawatil Quran yang lazim digunakan dalam gaya mujawwad.
Tujuh irama itu meliputi Bayyati yang berkarakter lembut dan lambat, Shaba dengan nuansa ringan namun emosional, Hijaz yang lincah dan cepat, Rast yang ringan serta dinamis, Jiharkah dengan nada tinggi, Sika yang khidmat dan lembut, serta Nahawand yang dikenal bernuansa melankolis.
Penguasaan ragam irama tersebut diharapkan mampu memperkaya ekspresi bacaan Al-Qur’an tanpa mengabaikan ketepatan harakat dan kaidah tajwid.

Azis Kawakibi dalam sambutan sekaligus pembukaan pelatihan menyampaikan keyakinannya bahwa para peserta telah memiliki dasar ilmu tajwid. Menurutnya, penguasaan tajwid menjadi syarat penting sebelum mendalami tilawatil Quran.
“Saya yakin calon-calon peserta bimbingan tilawatil Quran kali ini, insya Allah sudah menguasai ilmu tajwid. Sebab jika penguasaan tajwid belum lancar, maka akan sulit belajar tilawah,” ujarnya.
Azis juga mengungkapkan bahwa kemampuan melantunkan tilawatil Quran dengan baik tidak lepas dari faktor bakat, namun tetap membutuhkan latihan yang konsisten. Ia mengajak peserta untuk percaya diri dan tidak ragu mengeluarkan suara saat berlatih.
“Mulai hari ini kita akan mencoba tilawah, berlatih tujuh macam lagu; Bayyati dan seterusnya. Belum tahu bagaimana penerapannya itu wajar. Kuncinya sabar dan tekun. Hari ini datang, pertemuan bimbingan berikutnya datang lagi, siap?” katanya.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Arif Nurul Iman, berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana peningkatan kemampuan qori dan qoriah, baik dalam ketepatan bacaan maupun keindahan lantunan sesuai kaidah tajwid.
H. Yayat Hernawan selaku Wanhat LDII Kabupaten Bandung menilai pelatihan tilawatil Quran yang dirancang rutin ini penting dalam menyiapkan generasi penerus qori dan qoriah LDII, sekaligus memperkuat dakwah bil hal agar LDII semakin membaur dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Didin menegaskan bahwa pelatihan ini tidak berhenti pada pertemuan perdana.

Program bimbingan tilawatil Quran akan terus dilanjutkan secara rutin setiap pekan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi LDII dengan Kementerian Agama, dengan tujuan meningkatkan keterampilan tilawah peserta melalui penguasaan tujuh langgam bacaan Al-Qur’an.***








