Kabupaten Bandung, 13 Februari 2026 — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Aziz Kawakibi, menyatakan kesiapan bersinergi dan berkolaborasi dengan LDII dalam bidang pelatihan tilawatil Quran.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pelatihan Tilawatil Qira’at yang digelar di Kantor Sekretariat DPD LDII Kabupaten Bandung, Jumat (13/2/2026).
Dalam sambutannya, Aziz menjelaskan bahwa dalam ajang musabaqah tilawatil Quran, penilaian tidak hanya terfokus pada keindahan suara, tetapi juga mencakup ketepatan tajwid, termasuk aturan berhenti (waqaf), iqlab, ikhfa, serta aspek lagu dan suara.
“Dalam musabaqah, durasi penampilan biasanya hanya sekitar 10 sampai 15 menit. Pertanyaannya, mampukah seorang tilawati membawakan hingga empat lagu dalam waktu tersebut dengan tetap menjaga kualitas bacaan?” ujarnya.
Pelatihan tersebut diikuti 15 peserta putra dan putri. Dua di antaranya berasal dari PC LDII Rancaekek, yakni Ustadz M. Alimun Dinan dan Ustadz Achmad Fauzan.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Didin Suyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program LDII di bidang PKD (Pendidikan Keagamaan dan Dakwah). Ia menegaskan, pelatihan tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya ustadz dan dai.
“Kami mengundang Bapak Aziz Kawakibi sebagai narasumber juga menunjukkan bahwa LDII bersifat inklusif dalam hal keilmuan. Kami menerima ilmu dari siapa saja dan tidak eksklusif,” kata Didin.
Menurutnya, tujuan pelatihan ini adalah agar para ustadz LDII memiliki kepercayaan diri dan kompetensi yang tinggi ketika tampil di berbagai forum keagamaan di luar organisasi.
Dengan adanya kolaborasi antara Kementerian Agama dan LDII, diharapkan pembinaan tilawatil Quran di Kabupaten Bandung semakin berkualitas serta mampu melahirkan qari dan qariah yang berdaya saing.***








