KABUPATEN BANDUNG – Majelis Taklim (MT) Al-Fathu Pemda Kabupaten Bandung kembali menggelar pengajian rutin bulanan pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut mengangkat tema Hikmah Bulan Safar, dengan penekanan pada pentingnya memahami ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah serta meninggalkan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat.
Pengajian dipimpin oleh Ketua MT Al-Fathu Kabupaten Bandung, Hj. Enung Daruriah, M.Pd.I., dan diikuti jamaah majelis taklim serta tamu undangan.
Hadir pula ibu-ibu dari PPKK (Pemberdayaan Perempuan Kesejahteraan Keluarga) LDII PC Ciparay, sementara tausiah utama disampaikan oleh Hj. Umi Sa’adah dari PPKK LDII PC Baleendah.
Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Ibu Dewi Ganeti, S.Pd., yang juga berasal dari PPKK LDII.
Kegiatan diawali dengan tadarus bersama Al-Qur’an Juz 27, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta shalawat, dan tawasul sebagai pembuka rangkaian pengajian.
Dalam tausiahnya, Hj. Umi Sa’adah mengajak jamaah meluruskan pemahaman mengenai Bulan Safar.


Menurutnya, Islam tidak mengenal anggapan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Seorang muslim diajarkan untuk meyakini bahwa seluruh peristiwa terjadi atas kehendak dan izin Allah SWT, sehingga tidak selayaknya mempercayai tahayul maupun kepercayaan yang tidak memiliki dasar syariat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Bulan Safar menjadi pengingat pentingnya menuntut ilmu agama.
Berbagai kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk anggapan negatif terhadap bulan tertentu, umumnya muncul karena kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam.
Oleh karena itu, umat Islam didorong untuk terus memperdalam ilmu agar mampu membedakan antara ajaran yang benar dengan tradisi yang tidak memiliki landasan agama.
Dalam penyampaiannya, Hj. Umi Sa’adah juga mengingatkan bahwa pergantian bulan merupakan bagian dari sunnatullah yang terus berlangsung dalam kehidupan.
Setiap bulan memberikan kesempatan yang sama bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta senantiasa berhusnuzan kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Ia juga mengajak jamaah agar tetap istiqamah dalam beribadah tanpa dipengaruhi mitos mengenai waktu atau bulan tertentu. Konsistensi dalam menjalankan ibadah, menurutnya, merupakan salah satu bentuk ketakwaan yang harus terus dipelihara sepanjang hayat.
Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan kajian dari pemateri Hj. Enung Daruriah, M.Pd.I.

Seluruh rangkaian pengajian berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan hingga ditutup dengan doa bersama serta penyampaian pengumuman.
Melalui kegiatan rutin ini, MT Al-Fathu Pemda Kabupaten Bandung terus berkomitmen menghadirkan majelis ilmu yang memperkuat pemahaman keislaman, mempererat ukhuwah, serta mendorong kaum muslimah untuk mengamalkan ajaran Islam secara benar berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.***
Kontributor foto & Berita: Rieneke Fahala, S.Pd.








