Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, menegaskan pentingnya peran media dalam menghadapi tantangan era post truth.
Hal ini disampaikan dalam acara “Silaturahim Syawal KIM dan LINES DPP LDII” yang digelar pada Minggu, 20 April 2025.
“Di era digital, akses informasi sangat mudah, tetapi hal ini juga membawa dampak negatif. Informasi keliru bisa diyakini sebagai kebenaran, inilah yang disebut era post truth,” ujar KH Chriswanto.
Menurutnya, media harus menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang jujur dan faktual.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan opini emosional sebagai pegangan, melainkan tetap berpegang pada data dan kebenaran objektif.
“Sesuatu yang positif bisa dinilai negatif jika komunikasi dan informasi tidak disampaikan dengan baik. Maka, media sangat penting untuk menghindari stigma dan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambahnya.
KH Chriswanto juga menyebut bahwa dunia digital saat ini telah menghapus batasan geografis, sehingga opini bisa menyebar dengan cepat dan membentuk persepsi publik.
“Di era ini, opini seringkali dianggap sebagai fakta, padahal belum tentu benar. Karena itu, literasi digital menjadi sangat penting,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial, dengan prinsip “saring sebelum sharing.” Masyarakat diminta untuk mampu membedakan hoaks dan fakta agar tidak terjebak dalam narasi menyesatkan.
LDII sendiri, menurutnya, kerap menjadi sasaran post truth.
Untuk itu, pihaknya memberikan ruang bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan LDII News Network (LINES) untuk memproduksi konten informatif dan mendakwahkan nilai-nilai Islam secara santun dan beretika.
Senada dengan hal itu, Ketua DPP LDII, Rulli Kuswahyudi, mengatakan bahwa pembentukan LINES bertujuan menghadirkan informasi objektif tentang kontribusi LDII, termasuk program pembangunan karakter bangsa.
“Dunia maya adalah medan perang baru di era media baru. Maka, media massa dan media sosial harus dimanfaatkan untuk menyampaikan karya dan kontribusi LDII,” kata Rulli.
Ia menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam menjalankan program kerja LINES.
Menurutnya, sinergi antaranggota, antarbagian, dan antargenerasi diperlukan demi keberhasilan bersama.
“Silaturahim ini bertujuan membangun kedekatan emosional antarawak media dan keluarga mereka. Semoga menjadi penguat dalam menyiarkan dakwah dan kontribusi positif LDII di tengah masyarakat,” tutup Rulli.








