Bekasi, 24 Mei 2025 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi menggelar pelatihan public speaking untuk meningkatkan kapasitas para mubalegh dalam menyampaikan dakwah secara efektif dan menyentuh hati.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025 di Pondok Pesantren Baitul Mukmin, Kota Bekasi, dan diikuti oleh perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kota Bekasi.
Ketua DPD LDII Kota Bekasi, Ary Widjanarko, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan respons terhadap tantangan dakwah di era digital.
“Keterampilan public speaking sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dakwah, khususnya di zaman yang serba cepat dan digital seperti sekarang.
Seorang mubalegh yang mampu berbicara dengan jelas, lugas, dan menyentuh hati akan lebih mudah diterima oleh masyarakat lintas usia dan latar belakang,” jelasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH. Syarifudin Siroj, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menekankan bahwa dakwah tidak terbatas pada mimbar atau forum keagamaan, tetapi juga berlaku dalam interaksi sehari-hari.
“Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah sesuai kapasitasnya. Maka, pelatihan ini sangat relevan untuk membekali mereka dengan kemampuan komunikasi yang baik,” ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten, seperti Nanang Firmansyah, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kementerian Agama Kota Bekasi.
Ia menyampaikan pentingnya penyampaian dakwah yang komunikatif dan mudah dipahami.
“Salah satu indikator keberhasilan dakwah adalah ketika pesan dapat diterima dan dicerna dengan baik oleh audiens,” ungkapnya.
Sesi lain dipandu oleh Muhammad Nurhuda, Trainer dari The Art of Public Speaking, yang membahas teknik berbicara sesuai karakteristik audiens berdasarkan usia serta penggunaan bahasa tubuh yang efektif saat tampil di depan publik.
Ke depan, pelatihan serupa direncanakan akan digelar secara lebih luas untuk menjangkau seluruh warga LDII di Kota Bekasi.


Harapannya, kegiatan ini dapat mencetak mubalegh yang tidak hanya berilmu, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dakwah dengan cara yang inspiratif dan menyentuh hati.***








