Cimahi — Sebanyak 350 remaja putri dari jenjang SMP hingga usia 19 tahun ke atas antusias mengikuti Seminar Keputrian bertajuk “Menjadi Generasi yang Sholihah”, yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Cimahi.
Acara ini berlangsung di Masjid Baitul Makmur, Cipageran, Cimahi Utara, pada Minggu (4/5/2025).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Cimahi dan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK).
Tujuannya, membekali remaja putri dengan nilai-nilai spiritual dan wawasan kesehatan mental di tengah tantangan era digital.
Ketua PPKK LDII Cimahi, Dr. Tedja Gurat Baktinia, M.M.Pd., menekankan pentingnya pembinaan sejak dini bagi remaja putri agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas secara spiritual.
“Keseimbangan antara kemandirian dan kecerdasan spiritual sangat penting untuk membentuk pribadi yang utuh,” ujarnya.
Materi utama disampaikan oleh psikiater dr. Kiki Puspitasari, Sp.KJ. Ia mengangkat topik pentingnya kesehatan mental dan kemampuan menyaring informasi di era digital.
“Remaja perlu punya filter yang kuat dalam menyerap informasi, agar tahu mana yang bermanfaat dan mana yang bisa merusak,” jelasnya.
Sementara itu, Zahra—panitia kegiatan—mengatakan bahwa seminar ini tidak hanya berbicara tentang spiritualitas, tapi juga tentang kesiapan remaja putri menghadapi realitas kehidupan.
“Kami ingin mencetak generasi sholihah yang cantik luar dalam, kuat secara spiritual, dan sehat secara mental,” ujarnya.
Antusiasme peserta tercermin dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Salah satunya, Azarine Syahla Nirbitha, merasa terbantu dalam memahami pentingnya komunikasi dengan orang tua.
“Saya jadi lebih paham pentingnya komunikasi terbuka sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental,” ungkap Azarine.
350 Remaja Putri Ikuti Seminar “Menjadi Generasi Sholihah” di Cimahi




Seminar ini menjadi bagian dari program pembinaan LDII Cimahi yang fokus pada pembentukan karakter generasi muda—menggabungkan spiritualitas dengan ketangguhan mental dalam menghadapi dunia modern.







