Pangandaran — Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Bandung, H. Yayat Hernawan BSc, meresmikan kegiatan Capacity Building yang digelar Sabtu sore, 6 Desember 2025, di lantai dua Aula Hotel Mustika Ratu, Pangandaran.
Acara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, setelah rombongan menyelesaikan kunjungan destinasi pertama di Batu Hiu.
Dalam sambutannya, Yayat menegaskan bahwa pengurus LDII—baik di tingkat DPD, PC, maupun PAC—harus memiliki daya juang tinggi dalam mengembangkan organisasi.
Ia menekankan pentingnya memberdayakan kemampuan, baik berupa tenaga, harta, maupun pemikiran, serta menjaga konsistensi agar semangat tidak hanya muncul sesaat.
Yayat juga mengingatkan bahwa LDII adalah ormas berasaskan Pancasila dan UUD 1945, sehingga seluruh kegiatan organisasi dan warganya harus memperkuat kehidupan berbangsa.
Dengan asas tersebut, ia berharap pelaksanaan ibadah dan aktivitas keagamaan warga LDII kian tertib, moderat, dan harmonis.
Dalam penyampaiannya, Yayat sedikit berseloroh mengenai banyaknya pengurus yang kini “meninggalkan dunia hitam”—anekdot untuk menggambarkan pengurus berusia di atas 60 tahun yang rambutnya mulai memutih.
Kondisi itu, kata Yayat, menjadi sinyal kuat perlunya regenerasi untuk memastikan estafet kepemimpinan berjalan berkelanjutan.
Ia menegaskan pentingnya pembekalan kader mulai dari level DPD, PC, hingga PAC, termasuk pemahaman struktur organisasi dan mengenali pimpinan di tiap tingkatan.
“Jangan sampai terjadi lagi, ada warga LDII ditanya siapa Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, lalu menjawab ‘Didin Samsudin’, padahal yang benar Didin Suyadi,” ujarnya.
Yayat juga menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai pondasi karakter generasi LDII.
Ia mendorong orang tua mempertimbangkan boarding school untuk memperkuat pemahaman agama anak.
Dalam kaitan itu, ia menyebut keberadaan Himpunan Pendidik Bandung Raya (HPB) yang diketuai Ade Rukmanto, S.Pd., M.M.Pd., dengan proyek percontohan PSDI – Pondok Schooling Darul Ilmi.
Yayat mengajak seluruh peserta untuk menyatukan langkah dalam membangun organisasi.
“Satu pedoman, satu tujuan, dalam satu kegiatan—agar kita mampu menopang organisasi ini dengan lebih baik,” tegasnya.

Menutup sambutannya, beliau meresmikan dimulainya kegiatan Capacity Building bertema “Membangun SDM Profesional Religius dan Berkarakter untuk LDII yang Lebih Maju dan Mandiri.”***







