Kabupaten Bandung (Minggu, 28/12/2025) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bandung menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) yang diikuti hampir 500 ibu-ibu warga LDII dari sejumlah Pimpinan Cabang (PC) di wilayah Cileunyi dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Manshurin, Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan daftar hadir, dari sekitar 500 peserta yang terdaftar, tercatat sebanyak 493 orang hadir, menunjukkan antusiasme dan partisipasi tinggi warga LDII terhadap program pemberdayaan keluarga.

Sosialisasi disampaikan oleh Rieneka Fahala, S.Pd., dengan Rohmah Karnasuriatna, A.Md. bertindak sebagai moderator.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan peran perempuan dalam organisasi LDII, khususnya melalui Program PPKK.
Dalam pengantarnya, Dewan Penasihat LDII, H. Jamhur, menegaskan pentingnya menjaga semangat beribadah, menjunjung tinggi akhlakul karimah, serta menanamkan nilai-nilai budi luhur dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi membangun keluarga yang kuat dan harmonis.

Sementara itu, Rieneka Fahala memaparkan berbagai materi strategis, mulai dari sejarah LDII, 12 bidang pengabdian LDII, hingga pengertian, tugas, visi dan misi PPKK LDII Kabupaten Bandung.
Selain itu, disampaikan pula struktur kepengurusan PPKK serta paparan berbagai kegiatan PPKK yang telah dilaksanakan, ditampilkan melalui dokumentasi foto kegiatan.
Melalui sosialisasi ini, LDII Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian penting dari kontribusi organisasi dalam pembangunan masyarakat.

Rieneka Fahala mengapresiasi kerja keras panitia yang dinilainya menunjukkan semangat dan dedikasi tinggi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang hadir hampir secara penuh.




“Tingginya partisipasi ibu-ibu menjadi indikator kuat bahwa program PPKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas keluarga serta kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.








