ldiikabbandung.or.id — DPD LDII Kabupaten Bandung menugaskan empat personel untuk mengikuti kegiatan Rukyatul Hilal Rabiul Akhir 1448 Hijriah pada Jumat, 11 September 2026.
Penugasan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) Nomor E-279/DPP LDII/IX/2026 tanggal 5 September 2026 tentang Edaran Kegiatan Rukyat Rabiul Akhir 1448 H, serta arahan Sekretaris DPW LDII Provinsi Jawa Barat kepada DPD LDII Kabupaten Bandung.
Empat personel yang ditugaskan yakni Muhammad Yusuf, S.Pd., H. Abdullah Faqih, Ruan Nurdin, S.Pd.I., dan Prabu Pamungkas, S.Si. Keempatnya bertugas sebagai Petugas Rukyat Hilal.
Muhammad Yusuf mengungkapkan, pengamatan hilal dilakukan dengan menggunakan dua perangkat, yakni teleskop Sky-Watcher BK909 dan teleskop pintar digital Seestar S30.
Kedua perangkat tersebut digunakan dalam proses pengamatan dengan pendekatan manual dan digital.
Penggunaan dua perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya tim dalam melakukan pengamatan hilal secara langsung.
Sky-Watcher BK909 merupakan teleskop refraktor dengan diameter optik 90 milimeter dan panjang fokus 900 milimeter.
Sementara Seestar S30 merupakan teleskop pintar yang dilengkapi sistem kamera digital dan fitur pelacakan objek langit.
Berdasarkan surat tugas DPD LDII Kabupaten Bandung, pengamatan dilakukan di Observatorium Unisba Al-Biruni.
Para petugas mengikuti panduan teknis yang telah ditetapkan dan melaporkan hasil pengamatan melalui Sistem Pemantauan Hilal LDII pada laman hilal.ldii.or.id.
Hasil pengamatan tersebut menjadi bagian dari informasi rukyat yang dikumpulkan melalui sistem pemantauan hilal.
Adapun penetapan awal Rabiul Akhir 1448 H tetap mengikuti mekanisme dan keputusan yang berlaku.
DPD LDII Kabupaten Bandung Tidak Melihat Hilal Rabiul Akhir 1448 H karena Mendung

Muhammad Yusuf, Ketua Tim Pengamat Hilal LDII Kabupaten Bandung, mengatakan tim tidak dapat melihat hilal Rabiul Akhir 1448 H hingga matahari terbenam.
Kondisi tersebut terjadi karena hilal tertutup mendung, sementara parameter ketinggian dan elongasi hilal yang menjadi acuan pengamatan juga belum terpenuhi.
“Pada pengamatan hilal 1 Rabiul Akhir 1448 H, hingga tepat matahari terbenam, tim tidak bisa melihat hilal karena tertutup mendung. Selain itu, syarat nampak hilal dengan ketinggian tiga derajat serta besar elongasi kurang lebih empat derajat juga tidak terpenuhi,” pungkas Yusuf.
Melalui kegiatan tersebut, DPD LDII Kabupaten Bandung turut berpartisipasi dalam pemantauan awal bulan Hijriah dengan memanfaatkan perangkat pengamatan manual dan digital.***








