DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Kenalkan Konsep Eco-Pesantren dalam Penanganan Sampah di Kantor DLH Banyuwangi

Banyuwangi (19/1). Untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan, Pengurus Harian DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi mengadakan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi pada Kamis (16/1/2025).

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara LDII dan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengembangan program keberlanjutan.

Ketua DPD LDII Banyuwangi, KH. Astro Junaidi, didampingi Sekretaris Kris Parwanto, S.Sos, serta pengurus lainnya, disambut hangat oleh Kepala Bidang Kebersihan DLH Banyuwangi, Djatmiko Triwurianto, beserta staf DLH lainnya, termasuk Imron dari UPT Pengelolaan Persampahan dan Agus dari Bidang Kebersihan.

Audiensi ini membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan.

KH. Astro Junaidi memaparkan delapan program unggulan LDII yang telah berkontribusi di berbagai sektor, termasuk lingkungan hidup. Program-program tersebut meliputi wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan karakter, ketahanan pangan, ekonomi syariah, pengobatan herbal, teknologi digital, dan energi baru terbarukan.

Salah satu fokus utama pertemuan ini adalah memperkenalkan program pengelolaan sampah dan konsep Eco-Pesantren yang direncanakan diterapkan di pondok pesantren binaan LDII.

“Kami berharap DLH dapat memberikan sosialisasi terkait program Eco-Pesantren dan pengelolaan sampah kepada warga LDII. Sebagai organisasi keagamaan, kami ingin bersinergi dengan pemerintah, khususnya dalam mengatasi permasalahan sampah di Banyuwangi,” ungkap KH. Astro.

Beliau menambahkan bahwa saat ini DPD LDII Banyuwangi membina tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda, Pondok Pesantren Ar Royan di Jajag, Kecamatan Gambiran, dan Pondok Cabe Rawit di Setail, Kecamatan Genteng.

Selain itu, LDII juga membina 79 majelis taklim yang tersebar di wilayah Wongsorejo, Kalibaru, hingga Desa Sarongan di Kecamatan Pesanggaran. Sebagai ormas yang peduli lingkungan, LDII ingin membantu pemerintah menangani persoalan sampah yang semakin kompleks di Banyuwangi.

“Kami ingin berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Sementara itu, Djatmiko Triwurianto menyambut baik inisiatif LDII. Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya bergantung pada teknologi atau fasilitas, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam memilah sampah organik dan anorganik.

“Sampah organik telah kami olah menjadi pakan untuk budidaya magot, yang juga berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat,” jelas Djatmiko.

Untuk sampah anorganik, DLH mengelola Bank Sampah yang memungkinkan masyarakat memilah dan menjual sampah yang dapat didaur ulang. Djatmiko juga mengundang LDII untuk mengajukan permohonan resmi terkait sosialisasi program Eco-Pesantren.

“Kami persilakan LDII mengajukan permohonan untuk sosialisasi, baik di pondok pesantren maupun di lokasi Bank Sampah yang kami kelola,” ujarnya.

Program ini tidak hanya bertujuan mengatasi masalah sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda, terutama para santri. Djatmiko berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi ormas lain dalam menjaga lingkungan dan memajukan masyarakat.

DLH Banyuwangi mengapresiasi langkah positif LDII dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi. Sinergi ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Wandi/LD)

admin

admin

LINES DPD LDII KABUPATEN BANDUNG — humas LDII dalam pelurusan informasi, penyebaran berita Karya, Kontribusi dan Komunikasi PAC, PC, dan DPD.

Artikel Terkait:

Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan pembinaan generasi muda unggul, religius, dan mandiri menjadi investasi strategis menuju Indonesia Emas 2045 saat menghadiri Permata CAI 2026 di Jombang.

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

LDII Jawa Timur menerapkan pembinaan berjenjang dari usia dini hingga dewasa untuk menyiapkan generasi unggul berkarakter, mandiri, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan.

Leave a Reply

Artikel Pilihan

Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

  • 147 views
Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

  • 100 views
Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

  • 105 views
Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

  • 52 views
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

  • 169 views
Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini

  • 160 views
Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini