Nama: Abdurrahman Hasan Yudistira
PC Rancaekek, PAC Rancaekek Kencana
Di tengah maraknya konten hiburan instan atau yang kerap disebut brainrot di media sosial, penguatan literasi digital menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Laporan Digital 2024 dari We Are Social dan Meltwater mencatat lebih dari 212 juta pengguna internet di Indonesia dengan rata-rata waktu penggunaan mencapai lebih dari tujuh jam per hari.
Namun demikian, survei yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Katadata Insight Center menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih berada pada level “sedang”.
Menjawab tantangan tersebut, DPD LDII Kabupaten Bandung menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar pada 15 Februari 2026 yang diikuti 33 pemuda dari berbagai PC dan PAC.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong literasi positif melalui konsep 3K (Karya, Kontribusi, Komunikasi) yang berbasis data faktual serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Langkah ini dinilai relevan mengingat data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Indonesia saat ini didominasi oleh usia produktif.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menjadi produsen informasi yang kritis, bertanggung jawab, dan bernilai edukatif.
“Tindakan yang mulia tidak akan diketahui bila tidak disampaikan,” ujar Ade Setiadi Truna dalam sesi pelatihan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi yang cakap literasi, berdaya saing, serta mampu menggeser dominasi konten tidak produktif di ruang digital dengan karya-karya yang inspiratif dan mencerahkan.***








