Banjir dan Longsor Landa 15 Kecamatan di Kabupaten Bandung, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Bencana banjir dan longsor melanda 15 kecamatan di Kabupaten Bandung sejak awal Desember 2025.
Data BPBD Jawa Barat mencatat wilayah terdampak banjir mencakup Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, hingga Kutawaringin, sementara longsor terjadi di Arjasari, Kampung Condong, Desa Wargaluyu, yang menimbun tiga warga.
Upaya evakuasi dan pencarian korban sempat dilakukan aparat gabungan, namun dihentikan karena kondisi tanah yang labil dan situasi lapangan yang tidak memungkinkan.
Menyikapi dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk mempercepat respons dan penanganan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna (Kang DS) menegaskan bahwa pola banjir kali ini berbeda dari periode sebelumnya.
“Banjir ini bukan lagi siklus 20 tahunan. Sekarang muncul setiap lima tahun dengan curah hujan yang sangat tinggi. Kebutuhan di lapangan mendesak, jadi kami harus cepat menetapkan tanggap darurat,” ujarnya seusai rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Barat dan jajaran terkait.
Kang DS yang turun langsung memimpin pencarian tiga warga tertimbun longsor di Arjasari, juga mengimbau masyarakat agar tidak memasuki zona rawan.
“Demi keselamatan bersama, masyarakat diminta tidak memasuki area longsor maupun zona pencarian. Hanya petugas yang boleh masuk,” tegasnya, mengingat kondisi tanah di lokasi masih sangat labil.
Selain langkah penanganan teknis, Bupati Dadang Supriatna menggelar doa bersama dan istigosah sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT agar masyarakat Kabupaten Bandung dijauhkan dari bencana.
Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al Fathu, Soreang, pada Jumat (12/12/2025), dihadiri Ketua MUI Kabupaten Bandung, Ketua BAZNAS, serta Pimpinan Ponpes Al Maarif, K.H. Sofyan Yahya, bersama ratusan ASN, perangkat daerah, dan elemen masyarakat.
Tak hanya di Al Fathu, imbauan Bupati Bandung untuk melaksanakan salat gaib juga dilaksanakan di berbagai masjid.
Di Masjid Manbaul Huda, yang berdampingan dengan Kantor Sekretariat PC LDII Katapang, K.H. Usman Ali, Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Bandung, bertindak sebagai khatib Jumat sekaligus imam salat gaib.

Sementara itu, di PC LDII Ciparay, Ketua Asep Rustandi menghadiri undangan istigosah dari kecamatan yang diselenggarakan di Masjid Besar Ciparay.
Asep juga menunjukkan dokumentasi kegiatan bersama Plt Sekcam, unsur MUI dan DMI, serta Kepala KUA Ciparay Ma’wan yang hadir didampingi Jajang.

Upaya penanggulangan di tingkat kabupaten ini sejalan dengan langkah pemerintah provinsi dan pusat yang tengah mendorong perbaikan tata ruang, termasuk penghentian sementara izin pembangunan baru di kawasan rawan bencana, guna mengurangi risiko bencana berulang di masa mendatang.***







