LDII Buka Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja

BOJONGSOANG, Kabupaten Bandung – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperkuat kemitraan dengan organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan program kependudukan dan pembangunan keluarga hingga ke tingkat masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan “Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja” yang digelar di Rumah Aspirasi, Kampung Bedas, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya LDII, Persis, dan Muhammadiyah, serta Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Kabupaten Bandung. Hadir pula perwakilan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan unsur terkait lainnya.

LDII Hadir dari DPD hingga PAC

Asep Romy Rumaya selaku tuan rumah, mendaulat Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, untuk menyampaikan sambutan.

Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, untuk menyampaikan sambutan.

Didin menyampaikan dukungannya terhadap program kependudukan dan pembangunan keluarga yang dipaparkan BKKBN.

Ia menegaskan, kehadiran LDII dalam kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan jajaran DPD, tetapi juga pengurus PC dan PAC LDII se-Kabupaten Bandung.

Keterlibatan tersebut turut diperkuat dengan hadirnya kader perempuan dari PPKK LDII, sehingga menunjukkan keseriusan organisasi dalam mendukung program pembangunan keluarga.

“Kami hadir lengkap, mulai dari DPD, PC, PAC hingga ibu-ibu PPKK LDII. Ini menunjukkan komitmen kami untuk bersinergi dan siap mendukung program pemerintah,” ujar Didin.

Menurutnya, sejumlah program yang disampaikan Deputi BKKBN Pusat memiliki keterkaitan dengan pembinaan keluarga yang selama ini dilakukan LDII, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas.

“Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan pembinaan yang kami lakukan di LDII. Kami siap bersinergi untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul,” tegasnya.

Keluarga Hebat Jadi Fondasi Negara, LDII dan BKKBN Perkuat Sinergi

Didin berharap sinergi antara LDII dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga program kependudukan dan pembangunan keluarga tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi dapat dirasakan masyarakat hingga tingkat bawah.

Pemerintah Tak Bisa Bekerja Sendiri

Selanjutnya, Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Pusat, Wahyuniati, S.IP., MPH., menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan dukungan mitra kerja untuk menjangkau masyarakat secara langsung.

BKKBN X LDII X ASEP ROMY ROMAYA
Wahyuniati, S.IP., MPH.

Menurut Wahyuniati, pemerintah pusat memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, organisasi kemasyarakatan yang memiliki jaringan hingga tingkat akar rumput dapat menjadi kepanjangan tangan program pemerintah.

“Kami menyadari sebagai pemerintah itu kita tidak bisa bekerja sendiri. Kalau ada program kemitraan seperti ini kami sangat senang,” ujar Wahyuni.

Ia menyebut keberadaan mitra yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi penting untuk membantu menyampaikan informasi, memberikan edukasi, dan menjalankan program kependudukan serta pembangunan keluarga.

Keluarga Hebat, Negara Akan Hebat

Wahyuniati kemudian menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Ia menyampaikan pesan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bahwa kualitas keluarga akan sangat menentukan kualitas negara.

“Kalau keluarga di Indonesia itu sudah hebat, pasti nanti negaranya akan hebat,” katanya.

Menurutnya, pembangunan keluarga dan kependudukan merupakan dua hal yang saling berkaitan.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang kini mendekati 290 juta jiwa dan kondisi geografis yang beragam, persoalan kependudukan membutuhkan perhatian serta pendekatan yang terintegrasi.

Ia menjelaskan, BKKBN telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Transformasi tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap persoalan kependudukan dan pembangunan keluarga.

1.000 Hari Pertama Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Wahyuni juga memaparkan sejumlah program prioritas yang berkaitan dengan pembangunan keluarga, termasuk dukungan terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya memiliki tugas dalam distribusi program, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui jaringan pendamping keluarga.

Wahyuniati menambahkan, terdapat sekitar 600 ribu Tim Pendamping Keluarga di seluruh Indonesia yang dapat membantu pemerintah menjangkau keluarga secara langsung.

Ia menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, 1.000 HPK merupakan periode emas pertumbuhan anak, dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau 24 bulan.

“1.000 hari pertama kehidupan itu adalah golden period pertumbuhan seorang anak,” jelasnya.

Karena itu, pemenuhan gizi, akses pelayanan kesehatan, serta dukungan lingkungan keluarga harus diperhatikan sejak masa kehamilan.

Wahyuni mengajak para mitra kerja, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk ikut menyampaikan pemahaman tersebut kepada masyarakat.

“Kami titipkan kepada Bapak Ibu ketika bertemu dengan masyarakat, bahwa 1.000 hari pertama kehidupan harus dipantau, gizinya harus dijaga, kesehatannya harus diperhatikan, dan lingkungan ketika ibu hamil harus mendukung,” ujarnya.

Siapkan Keluarga Hadapi Bonus Demografi

Wahyuni juga menjelaskan pentingnya dukungan keluarga terhadap penduduk usia produktif. Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan penduduk yang belum atau tidak produktif.

Menurutnya, bonus demografi merupakan peluang besar bagi Indonesia. Karena itu, diperlukan lingkungan yang mendukung agar masyarakat usia produktif, termasuk orang tua yang bekerja, dapat tetap menjalankan peran keluarga dengan baik.

Salah satu perhatian pemerintah adalah penguatan sistem pengasuhan bagi anak ketika orang tua bekerja. Dukungan tersebut diharapkan membuat orang tua tetap dapat berkontribusi dalam dunia kerja tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak.

Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan

Selain itu, Wahyuni menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak.

Ia menyampaikan bahwa sebagian anak masih merasakan kurangnya kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari, meskipun secara fisik memiliki sosok ayah.

Karena itu, peran ayah perlu diperkuat bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.

Wahyuni mencontohkan berbagai gerakan yang mendorong keterlibatan ayah dalam aktivitas anak, termasuk mendampingi anak di sekolah dan terlibat dalam pendidikan.

“Tidak hanya mencari uang, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan putra-putrinya,” ujarnya.

Dorong Gerakan Orang Tua Asuh

Program lainnya yang disampaikan Wahyuni adalah gerakan orang tua asuh yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, sektor swasta hingga BUMN.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan dukungan kepada anak dan keluarga yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Wahyuni berharap keterlibatan berbagai pihak dapat memperluas jangkauan program pemerintah dan memastikan keluarga yang membutuhkan memperoleh perhatian serta dukungan.

Melalui kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja, pemerintah mendorong agar kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan semakin kuat.

Bagi LDII, keterlibatan DPD, PC, PAC, dan PPKK menjadi bentuk kesiapan untuk mengambil bagian dalam program tersebut. Sementara bagi pemerintah, jaringan organisasi kemasyarakatan menjadi kekuatan penting untuk membawa program kependudukan dan pembangunan keluarga lebih dekat kepada masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan unggul.

Pertemuan Pengurus DPD LDII Kabupaten Bandaung dengan Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi IX
dari kiri ke kanan: Didin Suyadi, Arif Nurul Iman, dan Asep Romy Romaya (LINES)

Sebab, keluarga yang kuat menjadi salah satu fondasi penting bagi lahirnya bangsa yang kuat.***

admin

admin

LINES DPD LDII KABUPATEN BANDUNG — humas LDII dalam pelurusan informasi, penyebaran berita Karya, Kontribusi dan Komunikasi PAC, PC, dan DPD.

Artikel Terkait:

397 Warga LDII Ikuti Compaqsor Casual Gathering di Ciwidey

397 warga LDII mengikuti Compaqsor Casual Gathering di Villa Komando Ciwidey, Kabupaten Bandung. Kegiatan mempererat silaturahmi dan kekompakan lintas generasi.

DPD LDII Kabupaten Bandung Bersama PC Pangalengan Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Al Muhajirin

PC LDII Pangalengan menggelar kegiatan pembinaan generasi muda melalui program keagamaan dan sosial guna membentuk karakter dan mempererat kebersamaan.

Leave a Reply

Artikel Pilihan

Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

  • 179 views
Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

  • 138 views
Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

  • 144 views
Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

  • 79 views
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

  • 187 views
Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini

  • 186 views
Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini