Jakarta — Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menegaskan bahwa pers harus berdiri di atas kepentingan rakyat dan terbebas dari tekanan politik maupun framing kekuasaan. Hal itu disampaikannya dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.
KH Chriswanto menilai pers memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar utama demokrasi. Menurutnya, demokrasi sejati bertumpu pada kedaulatan rakyat, sehingga pers yang sehat adalah pers yang mampu menyuarakan nilai moral dan nurani masyarakat sesuai kebutuhan di akar rumput.
Ia mengingatkan bahwa ketika pers terkontaminasi kepentingan politik atau dijadikan alat propaganda kekuasaan, maka fungsi pers sebagai penjaga demokrasi akan rusak. Dalam kondisi tersebut, pers tidak lagi menghadirkan informasi yang berimbang dan solutif bagi masyarakat.
Chriswanto menegaskan, pers seharusnya menyajikan informasi yang valid, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar membangun framing kepentingan tertentu.
Informasi yang disampaikan media, menurutnya, harus berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik.
Dalam konteks tersebut, ia juga menyoroti peran organisasi kemasyarakatan (ormas), termasuk LDII, sebagai representasi langsung masyarakat. Ormas dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara aspirasi masyarakat dan pemerintah, sehingga harus tetap independen dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Ia juga menyinggung tantangan berat yang dihadapi pers di era media sosial, mulai dari tekanan bisnis, kecepatan informasi, hingga fenomena viralitas yang kerap menggeser substansi kebenaran.
Fenomena hoaks dan false truth akibat framing kepentingan tertentu dinilai menjadi ancaman serius bagi kualitas informasi publik.
Karena itu, media arus utama diharapkan tetap menjaga kredibilitas dan independensinya, serta menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
Dengan pers yang mandiri dan berintegritas, Chriswanto meyakini masyarakat dan pemerintah dapat mengambil keputusan secara tepat demi terwujudnya bangsa yang berdaulat dan kuat.








