LDII Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Produktivitas dan Digitalisasi

JAKARTA – LDII mendorong penguatan kualitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak sekadar bertambah jumlah, tetapi mampu meningkatkan produktivitas dan naik kelas sebagai fondasi perekonomian Indonesia.

Ketua DPP LDII Ivan Hartawan menyampaikan hal tersebut dalam momentum Hari UMKM Nasional yang diperingati setiap 12 Agustus.

Menurutnya, UMKM mencakup sekitar 99 persen unit usaha di Indonesia, berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.

“UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujar Ivan.

Meski memiliki peran besar, ia menilai UMKM masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal dan akses pembiayaan formal, kualitas sumber daya manusia, manajemen usaha, legalitas dan sertifikasi, hingga konsistensi mutu, pemanfaatan teknologi, dan akses pasar.

“Persoalan kita bukan sekadar menambah jumlah UMKM, tetapi meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kemampuan mereka untuk naik kelas,” katanya.

Ivan mengatakan, penguatan UMKM membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat kematangan usaha. Tahapannya dapat dimulai dari legalitas dan sertifikasi, peningkatan kapasitas produksi, pembukuan, akses pembiayaan, penguatan merek dan kemasan, hingga pemasaran digital.

Menurutnya, digitalisasi juga tidak cukup hanya dengan membuka akun di marketplace. Teknologi harus digunakan untuk memperbaiki proses bisnis sejak pengadaan bahan baku, produksi, pemasaran, hingga transaksi.

“Teknologi harus menjadi alat untuk menaikkan produktivitas dan kepercayaan pasar, bukan tujuan akhir,” tegas Ivan.

Ia menambahkan, penguatan UMKM perlu dibarengi standardisasi produk, kurasi, perbaikan rantai pasok, serta akses yang lebih luas menuju agregator, ritel modern, pengadaan pemerintah, dan pasar ekspor. Pemerintah juga dinilai perlu menghadirkan kebijakan yang terintegrasi, sederhana, konsisten, dan terukur, termasuk pembiayaan yang mudah, cepat, murah, tepat, dan inklusif.

“Setiap program sebaiknya dinilai dari kenaikan omzet, produktivitas, penyerapan tenaga kerja, kepatuhan, graduasi usaha, dan keberlanjutan,” ujarnya.

LDII Perkuat Pendampingan UMKM

Ketua Departemen EPM DPP LDII Taufik Armand mengatakan, LDII turut mengambil bagian dalam penguatan UMKM melalui pelatihan, pendampingan usaha, literasi ekonomi dan keuangan syariah, fasilitasi sertifikasi halal, pameran produk, serta pengembangan koperasi syariah seperti KSPPS dan BMT.

LDII juga menjajaki kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah untuk memperluas akses pembiayaan dan pembinaan bagi pelaku usaha.

“LDII juga mendorong tata kelola yang transparan, akuntabel, bertanggung jawab, independen, dan wajar,” kata Taufik.

Menurutnya, jaringan LDII hingga tingkat daerah dapat menjadi ruang belajar, pasar awal, sarana kurasi produk, sekaligus penghubung pelaku UMKM dengan koperasi, perbankan, pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.

Pada momentum Hari UMKM Nasional, Taufik mengajak pelaku usaha meningkatkan kapasitas, menjaga kualitas, tertib mencatat keuangan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk memperluas pasar.

“Bangun usaha yang halal, legal, produktif, serta masuk akal; jangan berjalan sendiri, melainkan bergabung dalam koperasi, komunitas, dan jejaring kemitraan yang sehat,” tuturnya.

Ia menegaskan, UMKM yang kuat tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat keluarga, menjaga lingkungan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Dengan kolaborasi, disiplin, dan integritas, UMKM Indonesia akan mampu naik kelas dan menjadi fondasi Indonesia Emas 2045,” pungkas Taufik.***

admin

admin

LINES DPD LDII KABUPATEN BANDUNG — humas LDII dalam pelurusan informasi, penyebaran berita Karya, Kontribusi dan Komunikasi PAC, PC, dan DPD.

Artikel Terkait:

LDII: Muktamar NU ke-35 Momentum Rumuskan Solusi Tantangan Umat dan Bangsa

LDII menyoroti lima tantangan umat dan bangsa menjelang Muktamar NU ke-35, dari polarisasi sosial, AI, ekonomi, pendidikan hingga lingkungan.

Empat Tahun Digelar, Kerja Bakti Nasional LDII Perkuat Gotong Royong dan Nasionalisme

Kerja Bakti Nasional LDII bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” digelar serentak di Indonesia untuk memperkuat gotong royong, nasionalisme, dan kepedulian lingkungan.

Leave a Reply

Artikel Pilihan

Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

  • 228 views
Cetak Generasi Berkarakter, PC LDII Margaasih Gelar Evaluasi Generus Kolaborasi 3 Kecamatan

Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

  • 180 views
Isi Liburan Sekolah, PAC LDII Banyusari Tanamkan 29 Karakter Luhur Lewat Asrama Caberawit

Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

  • 189 views
Ketum LDII Apresiasi Permata CAI 2026, Tegaskan Pembinaan Generasi Unggul Kunci Indonesia Emas 2045

Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

  • 113 views
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Jatim Bangun Regenerasi Berjenjang, Siapkan Generasi Unggul Sejak Usia Dini

Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

  • 220 views
Bangun Kekompakan Usai Musda, LDII Kabupaten Bandung Gelar Tasyakur di Ciparay

Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini

  • 224 views
Generus LDII Margaasih Raih Juara Umum FORSTRI 2026, Bukti Pembinaan Karakter Sejak Dini