LUWU — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Luwu menyelenggarakan pelatihan manajemen jurnalistik lanjutan untuk para alumni pelatihan jurnalis mahir dasar yang digelar pada Mei 2025 lalu.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 14 Juni 2025 di Kantor DPD LDII Luwu, Belopa, Sulawesi Selatan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan efektivitas strategi publikasi dan pengelolaan dokumentasi digital, khususnya dalam mendukung program kerja LDII di bidang komunikasi dan informasi.
Penguatan Kapasitas Media Internal
Yogi Maulana, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Luwu, mengapresiasi inisiatif pelatihan ini.
Menurutnya, penguatan keterampilan jurnalistik menjadi langkah strategis agar LDII lebih dikenal oleh masyarakat luas.
“Salah satu cara agar masyarakat lebih mengenal LDII adalah dengan menyampaikan informasi kegiatan dan program yang telah dilaksanakan. Gerakan seperti ini sangat luar biasa, khususnya bagi generasi muda LDII,” ujarnya.
Pemanfaatan Teknologi Kolaboratif
Pelatihan ini menghadirkan narasumber Eva Nur Aulia, yang memperkenalkan dua platform kolaborasi digital, yakni Notion dan Playbook, sebagai solusi pengelolaan informasi tim media.
“Dibandingkan aplikasi chat yang rentan kehilangan informasi, platform seperti Notion dan Playbook lebih efisien untuk mendokumentasikan rilis berita, mengelola konten, dan menyimpan arsip secara terstruktur dalam satu tempat,” jelas Eva.
Dorong Efisiensi Tim Media Daerah
Sementara itu, Ketua DPD LDII Luwu Muchlisin menyatakan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada manajemen teknis pengiriman video dan berita rilis agar para jurnalis internal dapat bekerja lebih efektif dan profesional.
“Dengan sistem pengelolaan yang teratur, peserta dapat menghasilkan konten yang berkualitas dan akurat, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap citra LDII,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Luwu.
LDII Luwu Gelar Pelatihan Manajemen Jurnalistik


Selain memperdalam pengetahuan teknis jurnalistik, para peserta juga mendapatkan bimbingan langsung terkait workflow digital tim media berbasis kolaborasi cloud.***







