Soreang — Pemerintah Kabupaten Bandung menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 pagi tadi (Selasa, 20/5/2025) bertempat di Lapang Upakarti, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang.
Upacara berlangsung khidmat, diikuti berbagai unsur Forkopimda, perangkat daerah, pelajar, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.
Turut hadir dalam kegiatan ini 13 ormas Islam yang diundang secara resmi oleh Bupati Bandung, termasuk LDII, MUI, BAZNAS, NU, Muhammadiyah, Persis, Syarikat Islam, Serikat Islam Indonesia, PUI, HAMIDA, Forum Pondok Pesantren, Mathlaul Anwar, dan BKPRMI.
Dalam suasana penuh semangat kebangsaan
Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bandung, H. Ali Syakieb, yang sekaligus membacakan amanat nasional Hari Kebangkitan Nasional 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kebangkitan nasional bukan hanya soal mengenang sejarah, tetapi juga soal menjawab tantangan masa depan dengan semangat inovasi dan kolaborasi.
“Peradaban hari ini bergerak dengan kecepatan yang tidak lagi ditentukan oleh jarak, tetapi oleh kemampuan kita untuk beradaptasi dan memimpin perubahan,” ujar Ali Syakieb di hadapan peserta upacara.
“Dalam 150 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran, pembangunan difokuskan pada kebutuhan dasar rakyat: dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, hingga hati yang lapang. Ini kebangkitan yang dimulai dari hal-hal mendasar,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung program prioritas nasional seperti makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penguatan pelatihan vokasi dan kecakapan digital, termasuk pendirian AI Center of Excellence di Papua sebagai simbol kesiapan Indonesia menghadapi transformasi digital global.
“Mari jadikan setiap langkah kebijakan sebagai kompas utama yang berpihak pada rakyat,” tutupnya.
Menjadi bagian dari sinergi kebangsaan




Kehadiran ormas Islam dalam agenda ini mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat ketahanan sosial serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
DPD LDII Kabupaten Bandung turut hadir melalui Wakil Ketua H. Setyanto. Ia menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan upacara yang dinilai sarat makna dan mampu membangun semangat kebersamaan. Menurutnya, momentum ini juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarlembaga kemasyarakatan.
Setyanto menyebutkan, dirinya berkesempatan bersilaturahim dengan sejumlah tokoh dari Syarikat Islam (SI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang menurutnya memperkuat ikatan ukhuwah dalam kebersamaan membangun bangsa.
“LDII merasa bersyukur karena dapat berkontribusi dalam kegiatan ini. Kebangkitan nasional bukan hanya milik negara, tetapi juga amanah kita bersama sebagai warga. Ketika antarormas bisa bersilaturahim dalam satu acara, itu tanda bahwa kebersamaan kita tetap terawat. Dari sinilah semangat kebangkitan itu tumbuh,” pungkasnya.







