KABUPATEN BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Bandung resmi mengonsolidasi 64 pengurus baru dari kalangan generasi muda untuk periode 2026-2031.
Kegiatan strategis ini digelar bersamaan dengan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di GSG Sekretariat LDII, Baleendah, Minggu (5/7/2026).
Menanamkan Integritas dan Filosofi ‘Pensil’
Dalam sambutannya, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, menyampaikan pesan mendalam kepada para pengurus baru.
Ia menekankan bahwa esensi kepengurusan bukan sekadar nama dalam daftar absensi, melainkan integritas dan akhlak.
“Kita tidak sedang mencari pengurus yang hanya hadir dalam daftar absensi, tetapi kita sedang membangun pemimpin umat yang akan dikenang karena integritasnya, dicintai karena akhlaknya, dan dihormati karena pengabdiannya,” tegas Didin.
Ia mengajak para pengurus untuk tidak sibuk mengejar posisi, melainkan fokus memberi kontribusi.
Karena menurutnya, organisasi tidak dibesarkan oleh orang yang ingin dihormati, melainkan oleh orang yang siap mengabdi.
Untuk menggambarkan pengorbanan seorang pemimpin, Didin menggunakan metafora filosofi pensil.
“Kita sering mendengar filosofi pensil, bahwa pensil yang baik itu tidak pernah menulis untuk dirinya sendiri. Ia rela dirinya terus diasah, bahkan terkadang menjadi semakin pendek, agar dapat terus menghasilkan tulisan yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, begitu pun dengan pengurus organisasi. Semakin besar waktu, tenaga, serta pikiran yang dicurahkannya untuk umat, maka ia akan semakin lelah.
Namun, di titik itulah nilai pengabdiannya; besar pahalanya di hadapan Sang Pencipta, dan terasa manfaatnya di hadapan umat dan masyarakat.
“Untuk itu, persiapkan diri kita seperti pensil: siap diasah oleh kritik, tidak patah oleh ujian, dan terus menulis jejak-jejak kebaikan hingga akhir masa pengabdian,” tambahnya.
Penyamaan Visi dan Pembekalan Kepemimpinan
Konsolidasi yang diikuti dengan antusiasme luar biasa oleh puluhan pengurus muda ini bertujuan menyamakan visi dan misi untuk lima tahun ke depan.
Didin menjelaskan, pembekalan materi difokuskan pada pemahaman tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing bidang. Para pengurus dibekali dengan kemampuan kepemimpinan, termasuk cara mencari solusi atas berbagai permasalahan di lapangan.
“Sehingga para pengurus ini benar-benar memiliki kemampuan untuk membawa organisasi ini lebih baik, lebih maju, dan berkembang,” jelasnya.

Semangat Baru untuk Kontribusi Nyata
Menurut Didin, 64 pengurus muda ini adalah amunisi berharga bagi LDII Kabupaten Bandung.
Antusiasme mereka terlihat dari aktifnya mengikuti materi hingga sesi berbagi gagasan (sharing) selama kegiatan berlangsung.
Energi muda ini menunjukkan semangat dan harapan baru untuk membawa Kabupaten Bandung ke arah yang lebih baik.
Menutup arahannya, Didin mengajak seluruh warga dan masyarakat untuk mendukung kepengurusan yang baru. Ia berharap LDII semakin eksis dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

“Semoga LDII senantiasa menjadi kemudahan, menjadi pelajaran yang baik, serta terus solid dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam berkarya untuk umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.***








