Baleendah – Ketua Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Bandung, H. Yayat Hernawan, B.Sc., menegaskan pentingnya organisasi sebagai wadah bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah secara teratur dan lancar.
Pernyataan ini disampaikan Yayat Hernawan dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD LDII Kabupaten Bandung, yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sekretariat LDII, Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (5/7/2026).
Organisasi sebagai Penyempurna Ibadah
Dalam paparannya, Yayat Hernawan menyampaikan bahwa masih terdapat sebagian warga masyarakat yang belum sepenuhnya memahami mengapa umat Islam perlu bernaung di bawah organisasi.
“Kenapa kita di dalam menjalankan ibadah sebagai umat beragama, khususnya Islam, di negara yang kita cintai ini harus punya organisasi? Ini perlu diketahui oleh kita semua,” ujar Yayat mengawali sambutannya.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah yang hanya dilakukan secara individual tanpa wadah yang teratur akan menghadapi berbagai kendala di era modern ini.
“Oleh karena itu, wawasan organisasi menjadi pelengkap yang tidak terpisahkan dari praktik keagamaan,” tegasnya.
Pesan Berkesinambungan dari DPP LDII
Yayat Hernawan mengingatkan bahwa pesan tentang pentingnya organisasi ini bukanlah hal baru.
Para pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dari masa ke masa, termasuk Ketua Umum DPP LDII saat itu, Chriswanto Santoso, secara konsisten menyampaikan hal serupa.
“Para pengurus DPP yang terdahulu, termasuk Pak Chriswanto, senantiasa menyampaikan bahwa dalam beribadah sebagai umat Islam, perlu ditambah dengan wawasan organisasi yang baik,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa meskipun pedoman agama Islam sudah benar dan praktik para nabi sudah sempurna, namun untuk melengkapi jamaah di zaman ini, umat perlu bernaung di bawah organisasi agar peribadatan dapat berjalan lancar.
Kunci Kelancaran Organisasi
Lebih lanjut, Yayat Hernawan menjelaskan bahwa kelancaran organisasi sangat bergantung pada kesungguhan warga dalam menjalaninya.
Ia berharap seluruh warga LDII di Kabupaten Bandung dapat mengikuti kegiatan organisasi dengan sungguh-sungguh.
“Supaya organisasi ini bisa membawa kelancaran, kita harus menjalaninya dengan baik dan mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Kalau di tingkat DPD, kegiatan LDII ini sangat penting,” ucap Yayat.
“Dengan adanya Rakorda kali ini akan ada hasil termasuk komunikasi dan mekanisme yang baik antara warga dan organisasi itu sendiri,” imbuhnya.
Dengan komunikasi yang baik, organisasi dapat berjalan optimal, warga menjadi kompak, dan kerjasama terjalin dengan harmonis.

Nilai Tambah dalam Pembinaan Warga
Dalam sambutannya, Yayat Hernawan juga menekankan pentingnya memberikan value added atau nilai tambah dalam pembinaan warga melalui tiga aspek fundamental, termasuk; Ibadah: Pembinaan keagamaan yang teratur dan terarah, Akhlak: Pembentukan karakter mulia dalam kehidupan sehari-hari, serta Manfaat: Kontribusi nyata dan positif bagi masyarakat.
Menurutnya, ketiga pilar ini hanya dapat diwujudkan dengan baik apabila didukung oleh organisasi yang solid serta kekompakan antarwarga.
Fungsi LDII untuk Umat
Menutup sambutannya, Yayat Hernawan menegaskan fungsi utama LDII di tengah masyarakat.
“Pada intinya, fungsi LDII itu ada untuk membantu dan melindungi kegiatan-kegiatan keagamaan umat,” pungkasnya.

Rakorda DPD LDII Kabupaten Bandung ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan misi seluruh pengurus serta warga LDII di wilayah Kabupaten Bandung, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan nilai-nilai pembinaan ke depan.***








