BANYUWANGI, 11 Juli 2025 — Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Banyuwangi menggelar Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata CAI) 2025 di Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Nurul Huda, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis hingga Sabtu (10–12 Juli 2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Generasi Muda Profesional Religius Berwawasan Kebangsaan Menyambut Indonesia Emas 2045”.
Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Camat Banyuwangi, H. Hartono, dan dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina dan Pengurus DPD hingga PC LDII, unsur Forkopimcam, serta berbagai tokoh masyarakat.
Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari pelajar tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA, santri PPPM Nurul Huda, dan para pembina dari Kecamatan Banyuwangi, Glagah, Giri, dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, H. Hartono mengapresiasi peran LDII dalam memberikan ruang positif bagi generasi muda.
Ia menilai Permata CAI sebagai wadah strategis untuk membentuk karakter religius, cinta tanah air, dan berjiwa sosial.
“Pemerintah sangat menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan seperti LDII dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia, paham agama, mandiri, dan cinta tanah air,” ujar Hartono.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian sosial dari seluruh lapisan masyarakat.
Hartono mengajak peserta dan warga untuk melaporkan persoalan sosial di sekitar, agar pemerintah bisa segera memberikan solusi.
Beberapa kondisi sosial yang menjadi perhatian, antara lain: Anak putus sekolah, agar bisa kembali mengakses pendidikan.
Lansia sebatang kara, yang membutuhkan dukungan dan bantuan hidup.
Warga miskin yang sedang sakit, agar mendapatkan layanan kesehatan layak. Rumah tidak layak huni, untuk masuk program bantuan bedah rumah.
“Silakan laporkan ke RT, kelurahan, atau desa, agar segera ditindaklanjuti. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hartono mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap generasi muda di era digital.
Ia mengajak seluruh elemen—orang tua, guru, tokoh agama, hingga masyarakat umum—untuk mencegah maraknya penyimpangan seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan pergaulan bebas.
“Kalau bukan kita yang menjaga anak-anak kita, siapa lagi?” katanya.
Sementara itu, Ketua PC LDII Banyuwangi sekaligus Ketua Panitia Permata CAI 2025, Eko Hariyono, menjelaskan bahwa seluruh peserta bermalam di tenda dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, pembinaan karakter, serta edukasi sosial dan lingkungan.
“Materi yang kami berikan meliputi ‘Membangun Peradaban Hijau’, peran LDII dalam pelestarian lingkungan, serta edukasi kedaulatan pangan demi mewujudkan Islam rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
Selain itu, peserta dibekali wawasan tentang kepemimpinan, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai kebangsaan yang terintegrasi dengan ajaran agama.
“Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu mengamalkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eko.
Ia berharap kegiatan ini memberi bekal spiritual, intelektual, dan emosional bagi para peserta agar tumbuh sebagai insan yang kuat iman, sehat jasmani, serta cerdas sosial.***








