Baleendah – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 resmi ditutup dengan penegasan arah strategis organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) X LDII 2026.
Forum yang digelar di Gedung Serbaguna DPP LDII, Senayan, Jakarta, itu menjadi penanda konsolidasi nasional sekaligus penguatan kontribusi LDII untuk bangsa.
Sementara itu di Kabupaten Bandung, Jajaran Pengurus LDII mengikuti secara daring dipimpin langsung oleh Ketua DPD Drs. H. Didin Suyadi di Sekretariat jalan Laswi Baleendah.
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Rapimnas merupakan forum tertinggi kedua setelah Munas yang memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh keputusan organisasi tetap legal, sah, dan sesuai tata aturan.
Menurutnya, Rapimnas bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan kebijakan organisasi.
Ia menyampaikan, salah satu fokus Rapimnas adalah menyiapkan legacy positif menjelang berakhirnya masa bakti pengurus DPP LDII periode 2021–2026.
Transisi kepengurusan diharapkan berjalan mulus sehingga kepengurusan hasil Munas X dapat langsung bekerja tanpa kendala keberlanjutan program.
Munas X LDII sendiri direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026 sebagai forum penjaringan aspirasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang akan dirumuskan menjadi keputusan nasional.
DPP LDII juga menyiapkan fleksibilitas pelaksanaan Munas, termasuk mandat penyesuaian waktu apabila diperlukan demi memastikan kualitas dan legitimasi forum.
Dalam Rapimnas tersebut, DPP LDII melaporkan bahwa persiapan Munas X 2026 telah mencapai sekitar 75 persen.
Forum ini juga menjadi momentum peneguhan kerja sama strategis dengan para pemangku kepentingan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program pemerintah.
Sejumlah kerja sama telah terjalin dengan berbagai lembaga negara dan kementerian.
Ke depan, komunikasi yang sudah terbangun itu akan ditingkatkan menjadi kolaborasi yang lebih formal dan operasional guna memperkuat peran LDII dalam agenda pembangunan nasional.

KH Chriswanto menegaskan, delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa telah sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk selaras dengan konsep Asta Cita pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Fokus organisasi, menurutnya, bukan menambah banyak program baru, melainkan mempertajam dan mensinergikan program prioritas agar dampaknya semakin nyata di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPP LDII Sudarsono selaku Ketua Panitia Pengarah Rapimnas menyoroti bidang lingkungan hidup sebagai salah satu fokus penting dalam Munas mendatang.
Program ini telah diputuskan sejak Rapimnas 2018 dan bertujuan membangun kesadaran warga tentang pentingnya kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.
Sebagai bentuk implementasi komitmen lingkungan, Rapimnas 2026 mendorong seluruh peserta menggunakan tumbler untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan gerakan Go Green yang selama ini dikampanyekan LDII, termasuk penerapan sistem paperless dalam berbagai forum nasional.
Rapimnas LDII 2026 diikuti sekitar 150 peserta secara luring di Gedung DPP LDII serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang mengikuti secara daring dari 375 studio di 37 provinsi.
Peserta terdiri dari pengurus DPW tingkat provinsi, DPD kabupaten/kota, serta Dewan Penasihat DPW dan DPD, termasuk jajaran LDII Kabupaten Bandung yang mengikuti jalannya Rapimnas sebagai bagian dari konsolidasi nasional organisasi.***








